Menghitung profit dan potensinya

Bagaimana sih cara menghitung profit di saham ? Ada 2 macam potensi profit di bursa saham. Pertama dari capital gain, kedua dari deviden. Menghitung profit dari capital gain tinggal kalikan harga beli dengan jumlah lot nya, itu modal awal. Misal beli saham DMMX ini sebanyak 500 lot harga 254, maka modalnya sebesar Rp 254x500x100 = Rp 12.700.000,- ini diluar fee beli yang biasanya antara 0,1 – 0,15 %.

Karena DMMX nya hari itu langsung dijual diharga 262, maka profitnya adalah Rp (262-254)X500X100 = Rp 400.000,-. Ini belum bersih, setelah dikurangi fee beli, fee jual, pajak penjualan dll yang total sekitar 0,5%, untung bersihnya sekitar Rp 380.000,- atau sekitar 2,9%.

Bagaimana bila belum dijual ? Saat ini, per 23 mei 2021, harga DMMX adalah Rp 1050 per lembar. Bilamana belum dijual, 500 lot yang saat jadi menu hanya sekitar 12,7 juta, kini menjadi Rp 52.500.000,- dalam waktu sekitar 4 bulan atau naik 310%. Ini artinya modal Rp 12.700.00,- saat ini cuma bisa dapat 120 lot. 

Dengan modal yang sama, semakin naik harga suatu saham, jumlah lot yang bisa didapatkan semakin sedikit, demikian pula sebaliknya.  Selain DMMX adakah saham yang naiknya relatif sama ? Ada banyak banget saham pilihan di RSI yang kalau buat 1-6 bulan atau lebih bisa ratusan-ribuan persen. Diantaranya MPPA, MLPL, ABBA, KAEF, INAF, SMBR, NIKL, OPMS, ISSP, RAJA, TFAS, MARI, LPPF, DOID, WIIM, BBTN, PTPP, ADHI, TINS, ANTM, BRIS, AGRO, INPC, BGTG, GJTL, SAME, CARE, TKIM, INKP dll.

Di Rumah Saham Indonesia, tipe trader yang suka buy sell buy sell dalam hitungan menit atau hari biasa disebut copet. Disebut investor bilamana sekali ambil profit minimal 13%.

Mau ikut belajar di Rumah Saham Indonesia ? Bisa dari nol ataupun sudah pengalaman. Yang dari nol awal dari mulai bikin akun sekuritas. Selama masih baru, awal bisa cukup Rp 100-500 ribu, kalau sudah biasa tinggal tambah sendiri. Pendaftaran online bisa dengan isi formulir ini dulu.

Bagikan artikel ini

Please Login to Comment.